Menjadi Manusia Terbaik di Mata Allah, Mau?
Keutamaan mengajarkan Al-Qur’an menurut hadits merupakan salah satu pembahasan penting dalam Islam yang menunjukkan betapa mulianya orang yang menyebarkan kalam Allah. Rasulullah ﷺ bahkan menyebut bahwa orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an adalah sebaik-baik manusia. Lalu, mengapa mengajarkan Al-Qur’an memiliki kedudukan yang begitu tinggi dan bagaimana hadits menjelaskan keutamaannya?
Bagaimana jika satu huruf Al-Qur’an yang Anda ajarkan menjadi sebab seseorang mampu membaca Al-Qur’an seumur hidup? Bayangkan setiap kali ia membaca, menghafal, mengajarkan kembali, bahkan mengamalkan ayat-ayat tersebut, Anda turut mendapatkan aliran pahala yang terus mengalir.
Inilah salah satu keistimewaan mengajarkan Al-Qur’an. Kita tidak hanya menjalankan ibadah yang mulia, tetapi juga menanam amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi banyak orang. Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebut orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai manusia terbaik.
Di tengah era digital saat ini, ketika masyarakat mudah mengakses berbagai ilmu namun mulai mengikis nilai-nilai Al-Qur’an, mengajarkan Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk dakwah yang paling berharga.. Baik kepada anak-anak, keluarga, maupun masyarakat, setiap usaha dalam menyebarkan kalam Allah memiliki nilai yang sangat besar di sisi-Nya.
Hadits Tentang Keutamaan Mengajarkan Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari No. 5027)
Hadits ini menjadi landasan utama mengenai keutamaan mengajarkan Al-Qur’an menurut hadits. Menariknya, Rasulullah ﷺ tidak hanya memuji orang yang mengajarkan, tetapi juga mereka yang mau belajar. Artinya, proses belajar dan mengajar Al-Qur’an merupakan dua ibadah yang saling melengkapi dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Mengapa Mengajarkan Al-Qur’an Menjadi Amal Terbaik?
Ada beberapa alasan mengapa mengajarkan Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.
1. Menyebarkan Petunjuk Allah kepada Sesama
Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh manusia. Ketika seseorang mengajarkannya, berarti ia sedang membantu orang lain mengenal petunjuk Allah. Setiap huruf yang Anda ajarkan mampu membimbing seseorang memahami akidah, memperbaiki ibadah, hingga menyempurnakan akhlaknya
2. Pahalanya Terus Mengalir
Mengajarkan Al-Qur’an termasuk amal yang manfaatnya berkelanjutan. Apabila murid yang diajarkan kemudian mengajarkan lagi kepada orang lain, maka pahala tersebut akan terus mengalir selama ilmu itu diamalkan. Hal ini selaras dengan konsep amal jariyah yang tidak terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia.
3. Membentuk Generasi Qur’ani
Anak-anak yang belajar Al-Qur’an sejak dini akan tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat. Mereka bukan hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar mencintai, memahami, dan mengamalkan isinya. Karena itu, para guru ngaji, ustaz, orang tua, hingga relawan pengajar Al-Qur’an memiliki peran besar dalam membangun masa depan umat.
Keutamaan Mengajarkan Al-Qur’an Menurut Hadits Lainnya
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim No. 1893)
Mengajarkan Al-Qur’an termasuk menunjukkan jalan kebaikan yang paling utama. Ketika seseorang mengajarkan cara membaca satu ayat saja, lalu muridnya terus membaca ayat tersebut sepanjang hidupnya, insya Allah pahala juga mengalir kepada orang yang mengajarkannya.
Mengajarkan Al-Qur’an Tidak Harus Menjadi Ustaz
Banyak orang mengira bahwa mengajarkan Al-Qur’an hanya tugas guru atau ustaz. Padahal, siapa pun yang telah memiliki ilmu dapat mengajarkannya sesuai kemampuan.
Misalnya:
- Orang tua mengajarkan huruf hijaiyah kepada anak.
- Kakak membimbing adiknya menghafal surat pendek.
- Remaja membantu teman memperbaiki bacaan.
- Menjadi relawan mengajar di TPQ atau rumah tahfiz.
- Mendukung program pendidikan Al-Qur’an melalui wakaf dan sedekah.
Semua bentuk kontribusi tersebut memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Cara Ikut Berdakwah dalam Pendidikan Al-Qur’an
Tidak semua orang memiliki kesempatan menjadi pengajar. Namun, setiap Muslim tetap bisa mengambil bagian dalam dakwah Al-Qur’an. Salah satunya dengan mendukung penyediaan mushaf Al-Qur’an, pembangunan tempat belajar, atau membantu operasional lembaga pendidikan Islam. Mari ikut berkontribusi menyebarkan cahaya Al-Qur’an kepada lebih banyak santri dan masyarakat! Anda dapat menyalurkan kepedulian tersebut melalui program Wakaf Al-Qur’an dari Fokus Bina Qur’an
Selain itu, Anda juga dapat melihat berbagai kegiatan pembinaan Al-Qur’an, dokumentasi penyaluran, dan aktivitas santri melalui Instagram resmi Fokus Bina Qur’an:
Hikmah Mengajarkan Al-Qur’an
Mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar menyampaikan bacaan, tetapi juga menanamkan iman, akhlak, dan kecintaan kepada Allah. Ketika semakin banyak orang mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, umat Islam pun akan merasakan manfaat yang semakin luas. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal setiap hamba yang bergerak menjaga dan menyebarkan kalam-Nya.
Penutup
Keutamaan mengajarkan Al-Qur’an menurut hadits menunjukkan bahwa orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an termasuk manusia terbaik di sisi Allah. Setiap huruf yang diajarkan dapat menjadi ladang pahala yang terus mengalir, bahkan hingga setelah seseorang meninggal dunia.
Karena itu, jangan ragu untuk mulai mengajarkan Al-Qur’an sesuai kemampuan. Jika belum mampu mengajar secara langsung, Anda tetap dapat mengambil bagian dengan mendukung program pendidikan Al-Qur’an melalui wakaf, sedekah, maupun menyebarkan dakwah Islam.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya, dan ikut menyebarkan cahayanya kepada generasi berikutnya. Aamiin.